Pengaruh
Permainan pada Perkembangan Anak
Dikutip dari: Temu
Ilmiah Tumbuh Kembang Jiwa Anak dan Remaja
(sumber:
iqeq.web.id)
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil
akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak
bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini
kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa
permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan
anak
1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi
untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga
anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang
membutuhkan banyak energi.
2. Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan
dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih
menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan
yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama,
menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.
3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan
permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat,
berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti
bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan
pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang
lembut dan bertingkah laku yang halus.
4. Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang
menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan
menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.
5. Status sosial ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga
yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat
permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di
keluarga yang status ekonominya rendah.
Pengaruh bermain bagi perkembangan anak
- Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
- Bermain dapat digunakan sebagai terapi
- Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
- Bermain mempengaruhi perkembangan
kreativitas anak
- Bermain dapat mengembangkan tingkah laku
sosial anak
- Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak
Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi
perkembangan jiwa anak
A. Permainan Aktif
1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala
hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan
tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama
permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila
permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak
melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal
baru.
2. Drama
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu
peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata,
atau dalam mass media.
3. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk
mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan
teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau
memainkan alat musik.
4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga,
karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di
samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian
pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja
sama, dan bersaing.
5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak
menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan
fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan
belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai
diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.
B. Permainan Pasif
1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca
akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan
berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik
secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan
bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila
anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan,
kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
3. Menonton televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan
radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.
|